Beranda Berita Bulutangkis Susy Susanti Sedang Mencari Tunggal Putri Gaya Petarung

Susy Susanti Sedang Mencari Tunggal Putri Gaya Petarung

72
0
Nonton Movie Online

Susy Susanti Sedang Mencari Tunggal Putri Gaya Petarung
Susy Susanti/[Foto:PBSI]
Berita Bulutangkis – Indonesia saat ini sudah mempunyai tiga tim tunggal putri yang selalu aktif di berbagai turnamen besar. namun kepala bidang pembinaan dan juga prestasi PP PBSI, Susy Susanti mengungkapkan bahwa mereka begitu kesulitan dalam mencari para pemain dengan gaya petarung dan tunggal putri yang ada saat ini masih belum masuk dalam kategori.

Susy Susanti Sedang Mencari Tunggal Putri Gaya Petarung

Gregoria Mariska Tunjung telah membawa harapan setelah memenangkan Kejuaraan Dunia Junior 2017 dan tampil cukup konsisten di musim 2018. Namun perlahan pemain kelahiran Wonogiri justru mengalami penurunan penampilan karena beberapa cedera.

Sementara Fitriani mampu mencuri perhatian di awal tahun dengan memenangkan gelar Tur Dunia pertamanya di turnamen Thailand Masters 2019. Namun perlahan-lahan penampilan pemain berusia 20 tahun itu sebenarnya menurun dan harus tersingkir di babak awal dalam beberapa turnamen terakhir.

“Saat ini, lajang perempuan harus bekerja ekstra keras, itu sebabnya aku terus membicarakannya, tidak mengkhawatirkan lajang perempuan, tapi aku ingin mendorong mereka. Aku berkata ‘Aku tidak menerima, kau tahu. Kita bisa, bukan, walaupun hanya satu orang, tetapi bisa ‘. Bagaimana menemukan salah satu dari orang-orang ini, “kata Susy saat diwawancarai di Taman Nasional Cipayung, Senin (24/6).

PBSI juga telah berusaha meningkatkan level permainan para pemain tunggal putri Pelatnas dengan mendatangkan pelatih baru, yaitu Reony Mainaky, yang adalah mantan pelatih tim ganda putra nasional Jepang.

Namun melihat perkembangan stagnan dari para pemain utama, bukan tidak mungkin PBSI akan mengorbit para pemain junior yang dianggap memiliki keterampilan yang mumpuni. Apalagi keberhasilan Sri Fatmawati memenangkan Malaysia International Series 2019 pada Minggu (23/6) dan juga bisa menjadi alternatif bagi pelatih.

Sementara kami mencarinya, jika yang teratas tidak bisa, maka cari yang di bawahnya. Tapi itu tidak bisa instan, butuh proses. Kami berusaha keras, berpikir terus menerus, bagaimana melakukannya. Cari pemain yang pejuang, bukan ‘ya sudah’ “Menang tidak memiliki bisnis, itu nanti. Beraninya dia duluan, bertarung, ungkap Susy.

Para pemain Pelatnas Nasional Cipayung saat ini berfokus pada persiapan untuk menghadapi turnamen bergengsi di kandang Indonesia Open 2019 World Tour Super 1000 yang akan berlangsung mulai 16-21 Juli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here